Self Disclosure Siswa Korban Kekerasan Rumah Tangga di SMAN 2 Bukittinggi
(1) Universitas Negeri Padang
(2) Universitas Negeri Padang
(3) Universitas Negeri Padang
(4) Universitas Negeri Padang
(*) Corresponding Author
Abstract
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fenomena sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis remaja, termasuk kemampuan siswa dalam mengungkapkan diri (self-disclosure). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self-disclosure pada siswa korban KDRT di SMA Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Responden berjumlah 155 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Bukittinggi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner self-disclosure diukur dengan skala likert berdasarkan teori DeVito (2011), meliputi lima aspek yaitu amount, valence, accuracy/honesty, intention, dan intimacy. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure siswa korban KDRT secara umum berada pada kategori sedang (44,5%), dan seluruh aspek self-disclosure juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki keterbukaan diri yang bersifat selektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan layanan bimbingan dan konseling untuk menciptakan rasa aman dan meningkatkan keterbukaan diri siswa secara adaptif.
References
DeVito, J. A. (2011). Komunikasi antar manusia. Karisma Publishing Group.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Barat. (2022). Data kasus kekerasan dalam rumah tangga Kota Bukittinggi. DP3AP2KB.
Greene, K., Derlega, V. J., & Mathews, A. (2006). Self-disclosure in personal relationships. In A. L. Vangelisti & D. Perlman (Eds.), The Cambridge handbook of personal relationships (pp. 105–123). Cambridge University Press.
Hargie, O. (2011). Skilled interpersonal communication: Research, theory and practice (5th ed.). London: Routledge.
Hyman, B., Gold, S. N., & Cott, M. A. (2003). Forms of self-disclosure and symptom reduction in victims of abuse. Journal of Interpersonal Violence, 18(5), 531–547. https://doi.org/10.1177/0886260503251173
Jourard, S. M. (1971). Self-disclosure: An experimental analysis of the transparent self. New York, NY: Wiley.
Mufidah. (2008). Psikologi keluarga Islam berwawasan gender. UIN Malang Press.
Nurhayati. (2013). Psikologi komunikasi. Pustaka Setia.
Pennebaker, J. W. (2018). Expressive writing in psychological science. In K. Greene, V. J. Derlega, & A. Mathews (Eds.), The Cambridge handbook of personal relationships. Cambridge University Press.
Pennebaker, J. W., & Evans, J. F. (2014). Expressive writing: Words that heal. Idyll Arbor.
Purwanti. (2016). Dampak kekerasan dalam rumah tangga terhadap perkembangan psikologis anak. Jurnal Psikologi Perkembangan, 4(2), 45–56.
Rinawati, R. (2017). Pola komunikasi dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Jawa Barat. MediaTor, 10(1), 1–12.
Sears, D. O., Freedman, J. L., & Peplau, L. A. (1998). Social psychology (7th ed.). Prentice Hall.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tririzky, R., Daharnis, D., Ardi, Z., & Putra, A. H. (2025). Self-Disclosure Instrument: Instrument Standardization through Rasch Model. International Journal of Applied Counseling and Social Sciences, 6(01), 55-66.
DOI: 10.24036/01379cic
Article Metrics
Abstract View : 13 timesPDF : 5 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 ZAHRA RESMA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





