Hubungan Father Involvement Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Awal
(1) Universitas Negeri Padang
(2) Universitas Negeri Padang
(*) Corresponding Author
Abstract
Studi penelitian ini ditujukan untuk mengkaji korelasi antara keterlibatan ayah (father involvement) dengan regulasi emosi pada remaja awal. Kajian ini berbasis pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 157 siswa kelas tujuh dan delapan rentang usia 13–15 tahun. Pemilihan sampel diperoleh menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Penghimpunan data diperoleh melalui formulir angket berbasis skala Likert yang mengukur keterlibatan ayah (engagement, accessibility, dan responsibility) serta regulasi emosi (cognitive reappraisal dan expressive suppression). Pengolahan data dilakukan dengan memakai analisis deskriptif dan uji korelasi. Temuan kajian mengindikasikan bahwa keterlibatan ayah secara umum tergolong pada kategori tinggi, disisi lain, regulasi emosi tergolong dalam kategori sedang hingga tinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya korelasi positif dan substansial antara keterlibatan ayah dengan regulasi emosi (r = 0,428; p < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan keterlibatan ayah diikuti oleh semakin baiknya kemampuan regulasi emosi remaja. Namun demikian, keterlibatan ayah bukan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi regulasi emosi. Dengan demikian, keterlibatan ayah berperan cukup krusial dalam menunjang perkembangan emosional remaja. Peningkatan partisipasi aktif ayah dalam pengasuhan dapat membantu remaja mengelola emosi secara lebih adaptif.
References
Aisyah, D. N., Yuli, S., & Siti, N. (2023). The Impact of Father Involvement in the Early Childhood Problematic Behavior. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 17(1), 14–30.
Alfikalia, A. (2017). Keterlibatan Orangtua Dalam Pendidikan Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1), 42–54.
Aninditha, R., & Boediman, L. M. (2021). Father Involvement as Moderator: Does Father’s Emotional Regulation Influence Preschooler’s Emotional Regulation?. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 18(1), 228–242.
Astuti, D., Wasidi, W., & Sinthia, R. (2019). Hubungan Antara Regulasi Emosi Dengan Perilaku Memaafkan Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan Dan Konseling, 2(1), 1–10.
Coon, D. (2005). Psychology A Journey. Thomson Learning, Inc., 7(2), 809–820.
Fasicha, N. (2019). Hubungan Kesulitan Regulasi Emosi dengan Stres Pengasuhan pada Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Disabilitas Intelektual Di SLB C Swasta Kota Semarang. Universitas Negeri Semarang, 1–81.
Gross Ph. D., J. J. (ed.). (2007). Handbook of emotion regulation. Guilford Press.
Gross, J. J. (1998). The Emerging Field of Emotion Regulation: An Integrative Review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.
Gross, J. J. (2014). Handbook Of Emotion Regulation (Second Edition). In Handbook of Emotion Regulation (pp. 58–75). Guilford Press.
Islamiah, N., Breinholst, S., Walczak, M. A., & Esbjørn, B. H. (2023). The role of fathers in children’s emotion regulation development: A systematic review. Infant and Child Development, 32(2).
Kusumawardhani, I. S., Safitri, J., & Zwagery, R. V. (2018). Hubungan Antara Persepsi Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dengan Grit pada Peserta Didik Kelas Sembilan SMPN 1 Banjarbaru. Jurnal Kognisia, 1(2), 70–76.
Lamb, M. E. (2010). How Do Fathers Influence Children’s Development? Let Me Count the Ways. The Role of Father in Child Development. John Wiley & Sons.
Lamb, M. E., & Tamis-Lemonda, C. S. (2010). The role of the father: An introduction. In The role of the father in child development. John Wiley & Sons.
Mahfuza, F., & Nurfarhanah, N. (2024). Perbedaan Kematangan Emosi Siswa Berdasarkan Keutuhan Keluarga. Ahkam, 3(4), 635–651.
Prabawati, T. (2024). Hubungan antara fatherless dengan regulasi emosi remaja kelas XI di SMK Negeri 10 Semarang. Skripsi. Universitas Islam Sultan Agung.
Putri, A. A., Zahri, T. N., Taufik, T., Sari, A. K., & Putra, A. H. (2025). Hubungan Father Involvement dengan Kontrol Diri Siswa Madrasah Tsanawiyah. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 9(2), 449-457.
Septiani D, & Nasution I. (2017). Perkembangan regulasi emosi anak dilihat dari peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Psychopolytan (Jurnal Psikologi), 1, 23–30.
Silvers, J. A., McRae, K., Gabrieli, J. D., Gross, J. J., & Ochsner, K. N. (2012). Age-related differences in emotional reactivity, regulation, and rejection sensitivity in adolescence. Emotion, 12(6), 1235-1247.
Syukur, Y., Putra, A. H., Ardi, Z., Nuzila Zahri, T., & Eva Putri, J. (2024). Global perspectives on digital parenting: Challenges and opportunities in improving family well-being. In E3S Web of Conferences (Vol. 568, p. 04014). EDP Sciences.
Vienlentia, R. (2021). Peran Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Regulasi Emosi Anak Dalam Belajar. Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen, 5(2), 35–46.
Vironica, R., Putri, W. P., Yuliastuti, R., & Kusmiati, E. (2022). Gambaran Harga Diri Wanita Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless Akibat Perceraian Orang Tua. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Indonesia, 7(3), 1–10.
Zimmermann, P., & Iwanski, A. (2014). Emotion regulation from early adolescence to emerging adulthood and middle adulthood: Age differences, gender differences, and emotion-specific developmental variations. International Journal of Behavioral Development, 38(2), 182-194.
DOI: 10.24036/01390cic
Article Metrics
Abstract View : 81 timesPDF : 54 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Aphirsa Sembi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





