Analisis Kondisi Work Family Balance pada Wanita Karier yang Sudah Menikah di RSUD Mukomuko

Fitricia Mirdasari(1), Afdal Afdal(2*),

(1) Universitas Negeri Padang
(2) Departemen Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Padang, Indonesia
(*) Corresponding Author




Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih banyak wanita karier yang menghabiskan banyak waktu di tempat kerja sehingga tidak dapat memenuhi tanggungjawabnya di rumah secara maksimal, kemudian masih ada wanita karier yang sulit bekerja dengan profesional karena masalah yang terjadi di keluarganya seperti bertengkar dengan suami atau anak. Terdapat juga wanita karier yang tidak bisa memanfaatkan jadwal kerjanya sehingga di luar jam kerjanya ia tidak dapat merencanakan kegiatan keluarga dengan teratur seperti berekreasi, makan bersama atau sekedar berkumpul bersama, sehingga kebersamaan dengan keluarganya kurang bisa terpenuhi. Perempuan yang menjadi istri dan ibu sekaligus pekerja, cenderung memiliki masalah dalam menjalankan setiap perannya dengan baik dan seimbang, dimana seharusnya mereka sebagai individu merasa terikat dan puas terhadap perannya di pekerjaan maupun di keluarga, itulah yang disebut work family balance. Maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah di RSUD Mukomuko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/angket work family balance. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 279 orang wanita karier yang sudah menikah di RSUD Mukomuko dan dalam pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 165 orang wanita karier yang sudah menikah di RSUD Mukomuko. Data analisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah secara umum berada pada kategori “Sedang” dengan persentase 49%. Artinya mereka sudah cukup puas dan cukup mampu menjalankan peran-perannya dengan baik dalam kehidupan pribadi dan pekerjaannya. 2) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah dilihat dari aspek WIPL (Work Interference with Personal Life) berada pada kategoriRendah” dengan persentase 31%. Artinya, pekerjaan tidak mengganggu kehidupan pribadinya dikarenakan mereka mampu mengelola stres terhadap pekerjaan dengan baik, meningkatkan kepuasan hidup dan menjaga kesehatannya. 3) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah pada aspek PLIW (Personal Life Interference with Work) berada pada kategoriRendah” dengan persentase 30%. Artinya, kehidupan pribadi tidak mengganggu pekerjaannya dikarenakan mereka mampu fokus dalam bekerja sehingga mereka pun puas dengan pekerjaannya dan itu yang menciptakan tumbuhnya motivasi kerja. 4) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah pada aspek PLEW (Personal Life Enhancement of Work) berada pada kategori “Tinggi” dengan persentase 35%. Artinya, kehidupan pribadi meningkatkan kehidupan pekerjaannya dikarenakan adanya dukungan keluarga, dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti hobi dan kegiatan masyarakat yang membawa pengaruh positif. 5) Kondisi work family balance pada wanita karier yang sudah menikah pada aspek WEPL (Work Enhancement of Personal Life) berada pada kategori “Sangat Tinggi” dengan persentase 48%. Artinya, pekerjaan meningkatkan kualitas kehidupan pribadinya dikarenakan kebersamaan dalam keluarga yang intens, pengelolaan emosi yang baik, dan pencapaian hidup yang telah terpenuhi.

References

Afdal. (2017). Teori Konseling Karier: Pengantar dan Aplikasi. Padang: Sukabina Press.

Ahmad, Riska. (2013). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Padang: UNP Press.

Ardi, Zadrian. (2019). Kesehatan Mental. Padang: Ikatan Konselor Indonesia.

Baron, Robert, A., & Byrne, D. (2012). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Clark. (2000). Work Family Border Theory: A New Theory of Work Family Balance. London: Human Relations.

Fisher, G, G, & Bulger, C, A. (2009). Beyond Work and Family: A Measure of Work/Nonwork Interference and Enhancement. Amerika: Journal of Occupational Health Psychology, Vol. 14. No 4, Hal 41-456.

Greenhaus, Collins, & Shaw. (2003). The Relation Between Work Family Balance and Quality of Life. USA: Journal of Vocational Behavior.

Greenhaus, J. H., Ziegert, J. C., & Allen, T. D. (2012). When Family Supportive Supervision Matters: Relation Between Multiple Sources of Support and Work Family Balance. Journal of Vocational Behavior.

Handayani, A. (2013). Keseimbangan Kerja Keluarga Pada Perempuan Bekerja: Tinjauan Teori border. Jurnal Psikologi.

Hanum, Nurlaila & Safuridar. (2018). Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga terhadap Kesejahteraan Keluarga di Gampong Karang Anyar Kota Langsa. Aceh: Universitas Samudra.

Huzaemah T. Yanggo. 2001. Fiqih Perempuan Kontempoer. Jakarta: Al-mawardi Prima

Islami, H. F., & Susilarini, T. (2021). Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Work Family Balance Pada Karyawati yang Sudah Menikah Di Bank Mandiri Area Jakarta Imam Bonjol. Ikra-Ith Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 1-7.

Keene, J.R & Quadagno, J. (2004). Predictors of Perceived Work Family Balance: Gender Difference or Gender Similarity. Sociological Perspectives, 47, 1-23.

Parera, H. Opatha, H.H.D.N.P. 2014. Work Family Balance of Accounting Professionals in Sri Lanka. International Conference on Business Management. Vol. 11.

Patel, S. P. (2009). Work Family Balance and religion: A Resource Based Perspective. The University of Tennessee at Chattanooga: Amerika Serikat.

Prayitno. (2009). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Putri, J. E., dkk. 2022. Peranan Konselor dalam Konseling Keluarga untuk Meningkatkan Keharmonisan Keluarga. STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh: Jurnal IICET.

Schabracq. M. J., Winnubst. J. A. M., & Cooper. C. L. 2003. The Handbook of Work and Health Psychology. England: Wiley.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Taufik & Putriani, Lisa. (2023). Pendekatan dalam Konseling. Padang: Tahta Media Group.

Veronika, M & Afdal. (2021). Analisis Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri yang Bekerja. Universitas Negeri Padang: Jurnal Educatio (Jurnal Pendidikan Indonesia).

Yusuf, A. M. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.


Full Text: PDF

DOI: 10.24036/01205cons
10.24036/01205cons

Article Metrics

Abstract View : 8 times
PDF : 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.