Perilaku Agresif Siswa SMP dari Keluarga Single Parent
(1) 
(*) Corresponding Author
Abstract
Abstract
Perilaku agresif merupakan tindakan yang dilakukan individu dengan tujuan menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun verbal. Pada remaja, khususnya siswa SMP, perilaku agresif sering muncul sebagai bentuk pelampiasan emosi yang tidak terkontrol. Kondisi ini dapat semakin dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, terutama pada anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga single parent, di mana kurangnya perhatian dan dukungan emosional dari kedua orang tua dapat memicu timbulnya perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku agresif yang ditunjukkan oleh siswa SMP dari keluarga single parent, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi munculnya perilaku tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian berjumlah empat siswa SMPN 01 Pancung Soal yang berasal dari keluarga single parent, dengan delapan informan pendukung yang terdiri dari teman dekat dan ibu masing-masing subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif siswa meliputi agresi verbal, seperti mengejek, membentak, berkata kasar, serta agresi fisik, seperti mendorong dan memukul. Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya perilaku agresif ini antara lain kondisi emosional yang labil akibat kurangnya figur ayah, pola asuh yang tidak konsisten dari ibu, pengaruh teman sebaya, serta perasaan tersisih dan diremehkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP dari keluarga single parent cenderung menunjukkan perilaku agresif sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri terhadap tekanan emosional dan sosial. Penelitian ini memberikan gambaran penting bagi orang tua, sekolah, dan konselor untuk memberikan pendampingan yang tepat dalam mengendalikan emosi serta mengembangkan perilaku positif pada siswa.
Keywords: Perilaku Agresif, Single Parent, Siswa SMP.
Article Info:
References
Alizia, H., & Astrella, N. B. (2023). Pengaruh keharmonisan keluarga terhadap perilaku agresif remaja di SMPN 4 bangil. Afeksi: Jurnal Psikologi,14(2).
Alwisol. (2006). Psikologi kepribadian. Malang: UMM Press.
Amato, P. R. (2000). The consequences of divorce for adults and children. Journal of Marriage and Family, 62(4), 1269–1287.
Asmisari, M. (2016). Peranan keluarga single parent terhadap motivasi belajar dan perilaku menyimpang siswa. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.
Bandura, A. (dalam Sarwono, S. W.). (2012). Psikologi remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
Berkowitz, L. (2005). Aggression: Its causes, consequences, and control. New York: McGraw-Hill.
Buzz, A. H., & Perry, M. (1992). The Aggression Questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology, 63(3), 452–459.
Buzz, R., & Perry, M. (dalam Yusuf, S.). (2015). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Dollard, J., Doob, L. W., Miller, N. E., Mowrer, O. H., & Sears, R. R. (1939). Frustration and Aggression. New Haven, CT: Yale University Press.
Hidayati, R. (2022). Peran Dukungan Sosial dalam Meningkatkan Ketahanan Psikologis Anak Keluarga Single Parent. Jurnal Psikologi Sosial dan Keluarga, Vol. 14 No. 1. Bandung: Universitas Padjadjaran Press.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Ibrahim, M. (2015). Psikologi Sosial Anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Irwan, R. A., Fitria, L., & Wijaya, I. (2024). Hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku agresif siswa SMA Negeri 14 Padang. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 12(1), 11–20.
Jasmisari, M. (2016). Peranan keluarga single parent terhadap motivasi belajar dan perilaku menyimpang siswa. Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia.
Kania, M., Pratiwi, S. N., & Sari, Y. (2022). Faktor-faktor penyebab perilaku agresif remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(2), 74–82.
Kartini Kartono. (2005). Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Lexy J. Moleong. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Marini, T., Sholihah, M., & Nusir, L. (2022). Studi Kasus Perilaku Agresif pada Anak Usia Dini.
Meydiningrum, & Darminto, E. (2020). Perilaku Agresif Ditinjau dari Perspektif Teori Belajar Sosial dan Kontrol Diri. Jurnal BK UNESA, 11(4). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru (Terjemahan). Jakarta: UI Press.
Nurzabrina, N., & Netrawati, N. (2023). Perilaku agresif remaja yang tinggal bersama orangtua tunggal (Single Parent). Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 7 No. 3. Padang:
Pandri, D. P., & Netrawati, N. (2022). Peran perhatian orangtua untuk mengatasi perilaku agresif siswa SMP. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesia). Padang: Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang.
Prasetyo, B. (2023). Pengaruh Keluarga Single Parent terhadap Perkembangan Psikososial. Jakarta.
Pratama, R., & Wulandari, S. (2023). Tantangan dan strategi keluarga single parent di era modern. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konseling, 7 (1).
Pratama, R., Syahniar, S., & Karneli, Y. (2017). Perilaku Agresif Siswa dari Keluarga Broken Home. Konselor, Vol. 6 No. 2. Padang: Universitas Negeri Padang Press.
Putri, N. A. (2023). Strategi pola asuh pada keluarga single parent: Studi di Kota Metropolitan. Jurnal Psikologi Perkembangan dan Pendidikan, 11(1).
Rahardjo, S., & Gudnanto. (2022). Teknik Wawancara dalam Konseling. Yogyakarta: Deepublish.
Rahmawati. (2022). Dinamika dan Klasifikasi Keluarga Single Parent di Indonesia. Jurnal Psikologi dan Keluarga, 6 (1).
Santrock, J. W. (2012). Life-span Development (14th ed.). New York: McGraw-Hill.
Saputra, A., & Wibowo, B. E. (2019). dampak perilaku agresif terhadap kegiatan belajar siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(2), 98–105.
Saputri, O. K., Widiastuti, R., & Pratama, M. J. (2019). Analisis bentuk-bentuk perilaku agresif siswa pengguna game online. Bandar Lampung: FKIP Universitas Lampung.
Sari, M., & Hartono, A. (2023). Pengaruh Pola Komunikasi terhadap Dinamika Keluarga Single Parent. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 10 (2).
Sarwono, S. W. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
Setiawan, A. (2010). Penanganan Perilaku Agresif pada Anak. Jurnal Asesmen dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus, 10(1). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Somantri, M. (2006). Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharti. (2022). Dinamika keluarga single parent dalam perspektif psikologi sosial. Jurnal Psikologi Sosial dan Budaya, Vol. 5 No. 2. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Tohirin. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan Agama. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Wijaya, R. (2022). Adaptasi dan Tantangan Keluarga Single Parent dalam Perspektif Psikologi Keluarga. Jurnal Psikologi Keluarga, 9 (1).
Yunalia, E. M., & Etika, A. N. N. (2020). Analisis Perilaku Agresif pada Remaja di Sekolah Menengah Pertama. JHeS (Journal of Health Studies), 4(1). Yogyakarta: Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Yusuf, S. (2015). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Zulaiha, Husen, M., & Bakar, A. (2019). Analisis faktor penyebab perilaku agresif pada siswa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Banda Aceh: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.
DOI: 10.24036/01306cons
Article Metrics
Abstract View : 5 timesPDF : 1 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.