Hubungan Regulasi Emosi dengan Kebahagiaan (Happiness) pada Siswa

Nurul Faiza(1*), Zadrian Ardi(2), Puji Gusri Handayani(3), Ade Herdian Putra(4),

(1) Universitas Negeri Padang
(2) Universitas Negeri Padang
(3) Universitas Negeri Padang
(4) Universitas Negeri Padang
(*) Corresponding Author




Abstract

Remaja SMA rentan terhadap penurunan kebahagiaan akibat tekanan akademik dan sosial, sehingga regulasi emosi penting untuk mengelola dan mencapai kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan regulasi emosi dan kebahagiaan siswa serta menguji hubungan keduanya. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan pada 206 siswa kelas XI SMA N 9 Padang melalui simple random sampling. Instrumen berupa skala regulasi emosi (Gross, 2014) dan kebahagiaan (Seligman, 2002). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman’s rho. Hasil menunjukkan regulasi emosi (67,96%) dan kebahagiaan (59,71%) tergolong tinggi. Terdapat hubungan positif signifikan (r=0,333, p<0,05) dengan kontribusi efektif 11,1% (rendah), mengindikasikan kebahagiaan lebih dominan dipengaruhi faktor eksternal lainnya dibandingkan regulasi emosi. Implikasi bagi bimbingan konseling adalah perlunya intervensi holistik yang mengombinasikan penguatan regulasi emosi melalui role playing dan art counseling dengan dukungan sosial serta religiusitas siswa.


References

Abduh, M., Alawiyah, T., Apriansyah, G., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Survey design: Cross sectional dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 31-39..

Ananta, S. H., Umardi, Q. T., Meidiansyah, R., Putri, N. D., Patrisia, S., Hartono, Y., & Lubis, K. (2025). Hubungan Regulasi Emosi dengan Psychological Well-Being pada Siswa SMA. Jurnal Wawasan Pendidikan, 5(2), 639-647.

Ardi, Z., & Putra, A. H. (2024). Inter-sectoral collaboration for the Mental Wellbeing of Indonesians in the digital age: A narrative review of SDGs implementation. In E3S Web of Conferences (Vol. 568, p. 04022). EDP Sciences.

Coffey, J. K. (2020). Happiness in Childhood and Adolescence. In M. H. Bornstein, L. Davidson, C. L. M. Keyes, & K. A. Moore (Eds.), Well-Being: Positive Development Across The Life Course (pp. 233–245). Psychology Press.

Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological Bulletin, 95(3), 542–575.

Diener, E., Wirtz, D., Tov, W., Kim-Prieto, C., Choi, D., Oishi, S., & Biswas-Diener, R. (2010). New well-being measures: Short scales to assess flourishing and positive and negative feelings. Social Indicators Research, 97(2), 143–156.

Firdaus, A., & Nugraha, S. (2024). Penggunaan Media Sosial Berlebihan dan Dampaknya terhadap Gangguan Citra Tubuh pada Remaja Perkotaan. Jurnal Psikologi Sosial, 22(2), 112-125.

Gross, J. J. (2014). Emotion Regulation: Conceptual and Empirical Foundations. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of Emotion Regulation (2nd ed., pp. 3–20). The Guilford Press.

Hazimi, F., Syukur, Y., & Handayani, P. G. (2025). Gambaran subjective well being siswa SMA. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 230–239.

Helliwell, J. F., Layard, R., & Sachs, J. D. (2019). World happiness report 2019. Sustainable Development Solutions Network.

Hurlock, E. B. (1997). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Kelima). Jakarta: Erlangga.

Iswindari, R., Hidayat, D. R., & Widyastuti, R. H. (2021). Regulasi Emosi dan Kebahagiaan pada Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Psikologi, 17(2), 135–145.

Junita, S., & Malikussaleh, H. (2022). Pengaruh regulasi emosi terhadap subjective well-being pada remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 7(1), 50–61.

Kamilah, A. N., & Rahmasari, D. (2023). Hubungan antara regulasi emosi dengan kebahagiaan pada remaja madya. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 640-656.

Karisma, S. P., Ramopoly, I. H., Judijanto, L., Fauziah, L. H., & Sera, D. C. (2026). Psikologi Positif dan Regulasi Emosi: Membangun Kesejahteraan, Ketangguhan, dan Pembelajaran Bermakna di Sekolah. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Keyes, C. L. M., Shmotkin, D., & Ryff, C. D. (2002). Optimizing well-being: The empirical encounter of two traditions. Journal of Personality and Social Psychology, 82(6), 1007–1022.

Linley, P. A., Maltby, J., Wood, A. M., Osborne, G., & Hurling, R. (2009). Measuring happiness: The higher order factor structure of subjective and psychological well-being measures. Personality and Individual Differences, 47(8), 878–884.

Mharchelya, R. H., & Ardi, Z. Who Regulates Better? Emotional Regulation Across Gender and School Grades.

Najwa Nayra, D. L. (2026). Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dan Religiusitas Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Penerima Kip-K Yang Tinggal Di Ma’had Al-Jami’ah Uin Raden Intan Lampung (Doctoral Dissertation, Uin Raden Intan Lampung).

Nisa, A. C., & Sasmita, I. A. G. (2021). Hubungan antara Strategi Regulasi Emosi Cognitive Reappraisal dengan Kesejahteraan Subjektif. Jurnal Psikologi Ilmiah (Psychology Forum), 12(1), 45–58.

Paryitno, E., Mudjiran, Herman N., Neviyarni, Marjohan, Daharnis, Sano, A., Syahril, & Utama, G. P. (2019). AUM umum format 3: Alat Ungkap Masalah Umum. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendiidkan Universitas Negeri Padang.

Peterson, C., Park, N., & Seligman, M. E. P. (2005). Orientations to happiness and life satisfaction: The full life versus the empty life. Journal of Happiness Studies, 6(1), 25–41.

Prasetyo, A. B., & Wulandari, P. Y. (2024). Fear of Missing Out (FOMO) dan Kontrol Diri sebagai Prediktor Youth Purpose pada Remaja Pengguna Media Sosial. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 13(3), 201-215

Putra, A. H., & Ahmad, R. (2020). Improving academic self efficacy in reducing first year student academic stress. Jurnal Neo Konseling, 2(2).

Putra, A. H., & Mudjiran, M. (2023). Mental health disorders in students university as a challenge in higher education era society 5.0. International Journal of Applied Counseling and Social Sciences, 4(2), 73-80.

Putra, A. H., & Ardi, Z. (2024). Determinant Factors of Academic Stress: A Study of First-Year University Students in Indonesia. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 9(1), 55-67.

Putra, A. H., & Hariko, R. (2023). Studi Deskriptif Kebahagiaan pada Mahasiswa Baru. Jurnal Konseling Indonesia, 8(2), 57–62.

Rahmadani, D., Sukma, D., Netrawati, N., & Putriani, L. (2026). Hubungan sikap terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga dengan kepercayaan diri pada remaja madrasah aliyah: sebuah studi korelasional. Counseling and Humanities Review, 6(1), 47-53.

Rina, A. P., Pratikto, H., & Mart, R. A. (2022). Hubungan antara persepsi diri dengan kebahagiaan pada remaja. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 7(2), 288-298.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.

Ryff, C. D., & Singer, B. H. (1996). Psychological well-being: Meaning, measurement, and implications for psychotherapy research. Psychotherapy and Psychosomatics, 65(1), 14–23.

Santrock, J. W. (2007). Remaja (11th ed.). Erlangga.

Seligman, M. E. P. (2002). Authentic happiness: Using the new positive psychology to realize your potential for lasting fulfillment. Free Press.

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.

Siswanto, N. A., & Hidayati, R. (2025). Upaya Meningkatkan Regulasi Emosi Pada Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing. 11(2), 116–130.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syukur, Y., Putra, A. H., Ardi, Z., Nuzila Zahri, T., & Eva Putri, J. (2024). Global perspectives on digital parenting: Challenges and opportunities in improving family well-being. In E3S Web of Conferences (Vol. 568, p. 04014). EDP Sciences.

Wulandari, S., Pratiwi, I., & Kurniawan, A. (2024). Perkembangan remaja: Teori dan aplikasi. Prenadamedia Group.

World Health Organization [WHO]. (2024). Mental health of adolescents. World Health Organization.

Yendi, F. M., Firman, F., Syukur, Y., Ifdil, I., & Putra, A. H. (2025). Academic Self-Efficacy and Aspiration Goals Among Muslim High School Students: The Role of Problem-Solving and Self-Awareness. Islamic Guidance and Counseling Journal, 8(2).

Yusuf, A. M. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana Prenadamedia Group.


Full Text: PDF

DOI: 10.24036/0001410chr2026
10.24036/0001410chr2026

Article Metrics

Abstract View : 22 times
PDF : 16 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Nurul Faiza

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.