Kesiapan emosional pasangan yang menjalani pernikahan di usia dini

Syakila Desliana Fernanda(1*), Rezki Hariko(2), Zadrian Ardi(3), Soeci Izzati Adlya(4),

(1) Universitas Negeri Padang
(2) Universitas Negeri Padang
(3) Universitas Negeri Padang
(4) Universitas Negeri Padang
(*) Corresponding Author




Abstract

Ketidakmatangan emosi dalam perkawinan dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan berkeluarga. Pasangan yang menikah pada usia muda masih berkembang secara fisik dan psikologis sehingga dikhawatirkan mengalami kesulitan dalam menunjukkan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kematangan emosional ditinjau dari aspek kontrol emosi, pemahaman diri, dan penggunaan fungus kritis mental. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 96 pasangan suami istri yang menikah diusia muda (usia 19 sampai 21 tahun) di Kec. Koto Tangah yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kematangan Emosi yang disusun dengan model skala Likert. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kematangan emosional pasangan yang menikah di usia dini secara umum berada pada kategori tinggi (X = 105,91; 75,65%). Analisis terhadap masing-masing aspek menunjukkan hasil yang selaras dengan gambaran umum, dimana kematangan emosional pasangan menikah di usia dini berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasangan yang menikah di usia dini di Kec. Koto Tangah telah mampu mengontrol emosi, memahami diri, dan menggunakan fungsi kritis mental secara baik. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan kepada konselor untuk merancang program guna menjaga dan lebih meningkatkan kematangan emosi pasangan yang menikah di usia dini.


References

Abdurrahman, F., Mudjiran, M., & Ardi, Z. (2020). Hubungan persepsi mahasiswa tentang keluarga harmonis dengan kesiapan menikah. Jurnal Neo Konseling, 2(4).

Abdurohman, Imanudin. (2024). Daftar kasus KDRT di Indonesia 2024, korban mayoritas perempuan. Tirto.id. https://tirto.id/daftar-kasus-kdrt-diindonesia-2024-g62T

Amanah Saputra. (2010). “Implikasi Pernikahan Dini terhadap Keharmonisan Rumah Tangga”. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah

Aprizani, S. (2025). Pernikahan Dini di Padang Tembus 1.103 Kasus. https://padek.jawapos.com/padang/2365899742/pernikahan-dini-di-padang-tembus-1103-kasus

Ali, M. dan M. Asrori. (2012). Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik). Jakarta: Bumi Aksara.

Chaplin, J. P. (2008). Kamus lengkap psikologi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Dewi, Anita Permana. (2024). Komnas perempuan ungkap penyebab KDRT kerap terjadi. Antaranews.com. https://www.antaranews.com /berita/4265679/komnas-perempuan-ungkap-penyebab-kdrt-kerap-terjadi

Fitri, N. F., & Adelya, B. (2017). Kematangan emosi remaja dan pengentasan masalah. Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 2(2), 30–39.

Hariko, R., Andriani, O., & Taufik, T. (2022). Gambaran Permasalahan Pasangan Muda di Kabupaten Kerinci. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 8(1), 18-24.

Hariko, R., & Ifdil, I. (2017). Analisis kritik terhadap model KIPAS; Konseling intensif progresif adaptif struktur. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 5(2), 109-117.

Hariko, R. (2017). Landasan Filosofis Keterampilan Komunikasi Konseling. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling. Vol. 2(2): 41–49

Hariko, R. (2024). Landasan filosofis keterampilan komunikasi konseling. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 2(2), 11

Hasan, M. (2012). Bahan Ajar Bimbingan dan Konseling Keluarga. Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.

Hurlock, E. B. (2014). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Alih bahasa: Istiwidayanti & Soedjarwo). Jakarta: Erlangga.

Mudjiran, M. S. (2021). Psikologi Pendidikan: Penerapan Prinsip-Prinsip Psikologi Dalam Pembelajaran. Prenada Media

Nurmaya, S. I., & Ediati, A. (2022). Kematangan emosi dan kepuasan pernikahan pada perempuan yang menikah muda di kecamatan bandar kabupaten batang. Jurnal Empati, 11(3), 210-216.

Nasution, J. A., Bahri, S., & Mulianandar, M. (2023). Kematangan Emosi Perempuan Menikah Muda: kematangan emosi. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(01), 427-436.

Nurul Hasanah. (2012). “Pernikahan Dini dan Pengaruhnya terhadap Keharmonisan Keluarga”. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga.

Pohan. (2017). Masalah Ekonomi Pernikahan Usia Dini: dasar-Dasar Pengertian Dan Penerapan. Jakarta : EGC

Prabantari. (2016). Faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan usia dini. Jurnal Biometrika dan Kependudukan.

Putri, E. R., & Sofia, L. (2021). Kematangan Emosi dan Religiusitas Terhadap Keharmonisan Keluarga Pada Dewasa Awal. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 430.

Rachmawati, Jenia. (2024). Kekerasan dalam rumah tangga: masalah yang terus mengintai. Kumparan.com. https://kumparan.com/jenia-rachmawati/kekerasandalam-rumah-tangga-masalah-yang-terus-mengintai-22xyeqkKgpH/3.

Sangaji, I. S. (2017). Analisis Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. UNISA Yogyakarta. Retrieved from http://digilib.unisayogya.ac.id/3779/1/ Islamiawati Satalam Sangaji.1610104445.Naskah Publikasi.pdf

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (Seventeen edition ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Sarwono, S. W. (2012). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sekarayu, S. Y., & Nurwati, N. (2021). Dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(1), 37-45.

Setiawati. (2017). Batas usia Minimal dan Maksimal Pernikahan. Yogyakarta : ANDI.

Suri, G. D., Afdal, A., Afnida, M., Sari, A. K., Hariko, R., Fikri, M., ... & Cusinia, A. H. (2023). Bagaimana kekerasan dalam rumah tangga berefek pada kondisi psikologis anak?: analisis pendahuluan intervensi pendidikan. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(2), 1072.

Umriana, Anila. Dkk. (2016). Penguatan kapasitas hak asasi perempuan dan kesetaraan gender Warga Kel. Gisikdrono Kec. Semarang Barat Kota Semarang. Laporan Karya Pengabdian Dosen. LP2M UIN Walisongo Semarang

Walgito, B. (2017). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset

Yenti, J.F. (2024). Waduh! Kasus Perceraian di Sumbar Meningkat. https://sumbarkita.id/waduh-kasus-perceraian-di-sumbar-meningkat/

Yusuf, S. (2011). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Full Text: PDF

DOI: 10.24036/0001427chr2026
10.24036/0001427chr2026

Article Metrics

Abstract View : 87 times
PDF : 68 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Syakila Desliana Fernanda, Rezki hariko

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.